Sonnet VIII

Sonnet VIII


Ketika maut menjemput, aku tak lagi mencintai
cuma menahan sakit, dan jiwa yang lepas
jadi lambat dan sepi dan menembus
langit tertinggi, dibatas itu sendiri

Dan lihat kau menangis, di samping tubuh
tahu bahwa tak kembali, dan anak-anak
yang tak mengerti kehilangan, juga tersedak
dalam airmata, seperti hanya tumbuh

Oh, kau mesti belajar hidup tanpa cinta ini
bernyanyi saja, terus, mesti tak aku dengar
dan teguh, seperti pohon besar, sebentar
saja. Aku akan kembali mencintai

Ketika aku telah mati dan benar mati
menunggumu dengan sabar, di antara dewi-dewi



2010

No comments:

Post a Comment