Jalan Raya, Kendaraan dan Kegilaan yang Akut

former forces vintage motor bike and trailer outside Bewdley station March 2011Setiap sore saya terpaksa melakukan perjalanan panjang, Surabaya-Gresik. Saya kuliah di Surabaya tepatnya di daerah Kertajaya itu. Dan saya biasa tidur di Gresik, Sidorukun Indah. Di jalan, setiap orang yang menyetir kendaraannya, baik itu sepeda motor, mobil, truck, bus atau apa lah itu, sudah bukan manusia lagi. Di jalan dengan kendaraannya masing-masing mereka kerasukan arwah jahat.

Ketika lampu merah semua kendaraan pasti berhenti dan mempersilahkan kendaraan dari jalur lain lewat. Tetapi itu dulu, di jalan seluruhnya tidak menentu. Kadang mereka nyelonong, mencuri waktu dan kesempatan. Keburu mau ke mana juga saya tidak tahu.


Maka ketika Anda berhenti karena lampu merah, jangan marah kalau kendaraan di belakang Anda tiba-tiba membuyikan klakson. Tet tet tet. Atau pun ketika macet dan Anda menunggu dengan sabar kemacetan terurai, jangan naik darah kalau kendaraan di belakang Anda tiba-tiba memencet klakson. Tet tet tet. Anda tidak akan tahu maksud sebenarnya seseorang membunyikan klakson.

Hari minggu pagi, saya berangkat dari Surabaya ke Gresik melewati Tugu Pahlawan. Seperti biasanya Tugu Pahlwan Minggu pagi berubah menjadi pasar, sehingga sering macet. Saya sudah cukup sabar menjalankan kendaraan saya pelan-pelan. Eh, di belakang saya ada sepeda motor yang terus-terusan menambrak kaki saya. Ketika saya toleh, maksud saya agar dia hati-hati. Dia malah marah, dan ganti menabrak-nabrak ban saya.

Beberapa waktu lalu juga saya pulang bersama gerombolan bonek, kamu bisa membayangkan betapa tersiksanya saya. Mereka menjalankan kendaraan sangat pelan dan memakan seluruh badan jalan. Tapi masya Allah, bunyi knalpot sungguh memekakkan telinga.

Ya, di jalan dengan kendaraannya masing-masing mereka kerasukan arwah jahat. Polisi tidak akan bisa menurunkan angka kecelakaan tanpa mengeluarkan arwah jahat itu terlebih dahulu. arwah jahat membuat mereka suka ngebut, membunyikan knalpot keras, menerabas lampu merah, bahkan jalur kereta api. Halah!

3 comments:

  1. arwah jahat? oh kau mungkin belum merasakan bagaimana orang-orang di Jakarta berkendara.. semua seperti kerasukan iblis!

    ReplyDelete
  2. Hampir disemua Kota besar begitu sob...
    semua merasa punya jalan sendiri.
    inilah negara yang murah klakson.


    ditunggu kunjungan balik sob.

    ReplyDelete