DI KOTA JOGJA

DI KOTA JOGJA

Kota Jogja di sore hari yang baik
becak-becak berbaris menawarkan jasa antar. Sebentar
aku dan dia masih ingin menyusuri Malioboro
merah dan jingga menyebar di langit. Bangku-bangku
di bawah pohon rindang. Seperti cinta ini. Memberi istirahat
bagi lemas dan panas. Dari trotoar, lorong atau rel
menuju masa depan. Ah, ah, tapi aku dan dia
masih ingin melangkah ke Benteng Vredeburg. Menjejak

ke toko barang antik. Bukan sekedar bergandengan tangan
bertukar senyum atau saling berbagi rasa dingin. Tapi juga
soal bersatunya jiwa. Aku dan dia
dan kota ini pernah diselimuti kesedihan. Rumah-rumah runtuh
gedung roboh dan tangis kehilangan begitu dalam
membuat jurang di hati. Malam datang dengan kegelapan
bus dan Trans Jogja telah tidur. Ah, ah, tapi aku dan dia
masih ingin membeli gelang. Satu-satu. Bila kami
terperosok di jurang itu, sebelum airmata memenuhinya
gelang tersebut tentu menyelamatkan kami.
Becak-becak tambah sedikit berbaris menawarkan jasa antar. Sebentar
aku masih sibuk mencipta kenangan yang cukup indah

bagi bulumatanya yang lentik.


2010

1 comment: